12 Januari 2012

Kesatuan di tengan Keberagaman

KESATUAN DI TENGAH KEBERAGAMAN
Oleh: Pdt. Paul Zaitun, S.Th, M.A.-

Pendahuluan:
Pertama-tama, saya bersyukur kepada Allah Bapa di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberikan kekuatan, kemampuan serta kehidupan kepada kita sekalian pada saat ini.
Tema yang penulis angkat dalam Majalah Suara Kebenaran kali ini, adalah: “Kesatuan di tengah keberagaman”, tema ini sangat bagus dan sangat menantang kita untuk masuk pada suatu realita kehidupan, sebab Tuhan Yesus yang adalah pencipta (Yohanes 1:1-3) segalanya, telah melakukan dan melaksanakan “Kesatuan di tengah keberagaman”. Adapun “kesatuan di tengah keberagaman” tersebut juga memberikan pada kita suatu kontribusi serta pelajaran yang sangat berarti sekali bagi kehidupan kita di dunia milik Tuhan, yaitu: untuk menuju pada suatu kesatuan yang nota bene adalah: wujud dari kesatuan itu sendiri.

Kesatuan di tengah keberagaman:
Dunia yang kita tinggal adalah dunia milik dan ciptaan Tuhan (Kejadian 1 & 2). Dalam penciptaan dunia milikNya, Tuhan memperlengkapinya dengan segala macam fasilitas yang berbeda atau beragam namun saling berkaitan satu dengan yang lain; baik fasilitas di udara atau cakrawala (Matahari, Bulan, Bintang, Oksigen dan Burung-Burung), fasilitas di Bumi (di Darat: Binatang dan tumbuhan. Di air, yaitu Laut dan Sungai: Ikan-ikan dan tumbuhan air).
Di dalam melaksanakan ciptaan tersebut, Tuhan mengadakan suatu variasi ciptaan, yaitu: “keberagaman”. Adapun “keberagaman” tersebut, adalah sebagai berikut:
1.Tuhan menciptakan siang dan malam
2.Tuhan menciptakan benda padat dan cair
3.Tuhan menciptakan yang bersayap dan tanpa sayap
4.Tuhan menciptakan yang berkaki dan tanpa kaki
5.Tuhan menciptakan yang besar (Makro) dan yang kecil (Mikro)
6.Tuhan menciptakan Laki-Laki dan Perempuan
Melihat “keberagaman” yang diciptakan oleh Tuhan di dunia milikNya, maka kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa Tuhan adalah “Arsitek” ulung. Dia adalah “Arsitek Interior dan Eksterior” yang the best, sebab Dia adalah Allah yang Maha Kuasa (Omni Potent).
Penciptaan yang dilakukan oleh Tuhan, adalah penciptaan yang mengandung unsur “keberagaman”, tetapi dalam satu lingkaran kesatuan. Tuhan mempersatukan ciptaanNya sebagai suatu mata rantai atau wujud persatuan yang penuh dengan estetika (keindahan) melalui penataan yang begitu rapi dan teratur.
Adapun kesatuan di tengah keberagaman yang telah diciptakan oleh Tuhan, dirusak oleh perusak (Trouble maker) yang bernama: Setan atau Iblis. Setan memproduksi suatu produk tandingan yang serupa tapi tak sama, yaitu: “keberagaman di antara Kesatuan”. Ia menciptakan dunia “fata morgana” yang merupakan suatu kamuflase yang menjerat manusia menuju pada dunia keberdosaan, sehingga manusia mengalami ketersesatan dan kebinasaan (Yohanes 10:10a), ia juga menciptakan dunia “joy and peace” untuk para kawula muda melalui: NARKOBA dan FREE SEX dan TEKNOLOGI” (Yohanes 14:27b), selanjutnya Iblis juga menciptakan kerusakan karakter pada manusia (Roma 3:10-19; 2 Timotius 3:1-5) agar manusia tidak lagi memiliki karakter Tuhan yang penuh dengan kasih (Kolose 3:12-14), dan akhirnya Iblis memutarbalikkan fakta dan mempromosikan produknya dengan “iming-iming” yang menggiurkan namun membinasakan.

Wujud dari kesatuan:
Kesatuan di tengah keberagaman adalah suatu kalimat yang sangat indah namun sangat sulit untuk direalisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun Alkitab telah memberikan suatu solusi serta jawaban yang pasti bahwa bagi setiap anak-anak Tuhan, ia harus hidup dalam kesatuan, sebab itulah yang diperintahkan Tuhan bagi kita.
Adapun kesatuan yang dimaksud, adalah sebagai berikut:
1.Kesatuan Vertical: artinya bahwa kita sebagai umatNya, harus hidup dalam persatuan dengan Dia, melalui:
•Persekutuan secara pribadi maupun kelompok (Mazmur 62:2)
•Kesatuan melalui ibadah kepadaNya (Keluaran 23:25, I Tim. 4:7-8)
•Kesatuan untuk hidup dalam FirmanNya (Yoh.15:7-8)
•Kesatuan di dalam RohNya (Kpr 1:8)
•Kesatuan di dalam tubuh dan darahNya (Yohanes 6:53-56)
2.Kesatuan Horisontal: artinya bahwa kita sebagai umat Tuhan yang tinggal di dunia milikNya, kita harus :
•Bersatu dengan sesama kita, tanpa ada diskriminasi (Matius 22:39-40)
•Bersatu dengan lingkungan di mana kita tinggal (Efesus 4:32)
•Bersatu dengan keluarga; antara orang tua dengan anak, antara anak dengan orang tua, antara kakak dengan adik dan sebaliknya (Efesus 5:22-28, 6:1-3)
•Bersatu dalam pelayanan (Filipi 2:1-5)
•Bersatu untuk saling tolong menolong (Galatia 6:2)
•Bersatu untuk saling melakukan perbuatan baik (Galatia 6:9-10)
3.Kesatuan Spiritual: artinya bahwa kita sebagai umat Tuhan yang tinggal di dunia milikNya, kita harus:
•Bersatu dalam kekudusanNya (I petrus 1:15-16)
•Bersatu dalam karakterNya ( I Petrus 2:21-25)

Bagaimana agar kesatuan dapat terwujud:
Untuk menuju pada suatu kesatuan, tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan kita. Dalam hal ini, kita membutuhkan sesuatu yang sanggup mempersatukan kita:
1.Iman kita pada Tuhan Yesus (Efesus 2:8-10)
2.Kuasa darahNya (Yohanes 6:56)
3.Kuasa FirmanNya (II Timotius 3:16)
4.Kuasa Roh KudusNya (Kisah rasul 1:8)

Penutup:
Harapan saya selaku penulis dalam majalah Suara Kebenaran, adalah: bahwa jika Tuhan mengijinkan serta menghendaki kita untuk tinggal di dunia milikNya ini, maka kita sebagai umat Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan dan mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita menjadi umat Tuhan yang sanggup dan benar-benar untuk hidup dalam kesatauan di tengah keberagaman bagi kemuliaan namaNya, amin.-

19 Juli 2010

KUAT DI DALAM TUHAN YESUS KRISTUS

2 Timotius 2:1-7
2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

BAGAIMANA AGAR KITA KUAT DALAM TUHAN YESUS KRISTUS?

1. BELAJAR MENJADI SEORANG PRAJURIT YANG BAIK
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2 Timotius 2:3-4

SIKAP SEORANG PRAJURIT
• SELALU SIAP DALAM SEGALA HAL
• TIDAK MEMUSINGKAN DIRINYA SENDIRI
• TIDAK MUDAH PUTUS ASA

2. BELAJAR MENJADI OLAHRAGAWAN YANG BAIK
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 2 timotius 2:5

SIKAP SEORANG OLAHRAGWAN
• SUKA MELATIH DIRI
• ADA PERSIAPAN YANG MATANG
• DALAM PERTANDINGAN: HARUS MENTAATI PERATURAN YANG ADA

3. BELAJAR DARI PETANI
Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
2 Timotius 2:6

SIKAP SEORANG PETANI
• RAJIN DAN KREATIF
• SABAR MENANTI HASILNYA (Yakobus 5:7)




EFESUS 6:10
AKHIRNYA, HENDAKLAH KAMU KUAT DIDALAM TUHAN DI DALAM
KEKUATAN KUASANYA.

02 Februari 2010

MILIKILAH ROH YANG LUAR BIASA

(makalah ini ku-khususkan buat adik-adiku Kaum Muda dan Remaja Gereja Tuhan)
Milikilah Roh yang luar biasa
Daniel 6:4b


Pendahuluan:

Kawula muda di era kontemporer sekarang ini menghadapi bermacam-macam tantangan, baik secara internal maupun eksternal.
Tantangan internal, meliputi terjadinya kegelapan di dalam hati nurani para kawula muda, mereka memendam suatu akar pahit, dendam kesumat, iri hati, cemburu, dan keinginan daging yang begitu bergejolak untuk meruntuhkan benteng iman para kawula muda dan remaja masa kini (band:Galatia 5:19-21; Roma 8:1-5; I Yohanes 3:15; II Timotius 3:1-5).
Sedangkan tantangan eksternal, meliputi pengaruh-pengaruh dunia yang sangat dominan, antara lain: pengaruh mode, pengaruh media cetak dan elektronika (HP, VCD, TV, Internet, dll), pengaruh NARKOBA (Narkotik dan obat-obat terlarang). Selain itu, tantangan eksternal juga meliputi kuasa dari Setan-setan, seperti: “Tenaga dalam”, sihir (gendam), ilmu pengasih, ilmu kebal, ilmu keberanian, ilmu santet dan lain-lain. (band: II Timotius 3:1-5; Roma 12:2)
Sadar atau “tidak sadar”, para kawula muda maupun remaja, banyak yang mengalami “keterperosokan” ke dalam pengaruh-pengaruh tersebut; dan tidak sedikit juga para pemuda dan remaja Kristen, mengalami hal yang sama.
Oleh sebab itu melalui retreat kali ini, panitia mengangkat suatu tema yang sangat relevan dengan keberadaan zaman sekarang ini, yaitu: MILIKILAH ROH YANG LUAR BIASA (Daniel 6:4b).

Makna kata: Roh yang luar biasa
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan roh yang luar biasa? Seorang hamba Tuhan yang bernama Rev. Paul G. Caram, mengatakan demikian: “Roh yang luar biasa adalah hasil dari hikmat yang masuk ke dalam hati kita (Lukas 2:40, 2:52). Hikmat tahu bagaimana harus bereaksi dan menanggapi manusia dan situasi-situasi; dan itu juga adalah kemampuan untuk melihat segala hal dengan kacamata Allah”
Dengan demikian, bahwa untuk memperoleh suatu roh yang luar biasa, maka seseorang membutuhkan hikmat dan hikmat yang sejati hanya berasal dari Tuhan Yesus Kristus yang empunya hikmat itu (Amsal 4:6).
Adapun ROH YANG LUAR BIASA itu, meliputi :Tidak suka menuntut; tidak suka mencari kesalahan; memiliki disiplin diri; tidak suka menyinggung; tidak keras kepala; tidak kasar; tidak suka membela diri; sabar; tulus; tidak curang; tidak suka memancing kemarahan; tidak suka mengecam; tidak memiliki kejengkelan; tidak suka memperbesar kesalahan; tidak suka menipu; lemah lembut; peramah; tidak sinis; suka berserah pada Tuhan; tidak pendendam; bukan pencerca; mudah untuk diajak kerja sama; tidak suka menyudutkan orang; memiliki cita rasa yang baik; memiliki toleran;tidak suka beragumentasi (berbantah); tidak buta rohani (peka); tidak kaku; tidak suka menyanjung-nyanjung (Cari muka); penuh pengertian; pengasih; tidak mudah emosional (Gusar, kuatir); tidak tergesa-gesa; jujur; tidak punya akar pahit (kebencian); tidak menjadi orang yang penuh amarah, dan sebagainya (Baca: Galatia 5:19-21; Markus 7:20-23; Kolose 3:5-17; Efesus 4:17-32; 5:1-21).
Para kawula muda dan remaja yang terkasih di dalam Tuhan Yesus kristus, untuk mendapatkan atau memperoleh roh yang luar biasa, maka kalian harus :Bangkitlah Menjadi teranglah.
Dengan memiliki dan memakai kedua hal tersebut di atas, maka saya yakin kalian akan menjadi kawula muda dan remaja yang sangat bermanfaat dan berguna bagi kemajuan serta pertumbuhan gereja Tuhan di era kontemporer sekarang ini.

Ad. 1. Bangkitlah:
Dalam kamus bahasa Indonesia, kata “bangkitlah” berasal dari akar kata : “Bangkit”, yang berarti: Bangun, berdiri dan hidup kembali.
Dalam nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya kepada bangsa Israel waktu itu (Yesaya 60:1a), Yesaya mengajak segenap bangsa Israel untuk kembali bangkit dari segala macam keterpurukan mereka; mereka harus kembali “berdiri” kokoh di dalam iman yang benar, mereka harus “hidup kembali” dalam posisi penurutan pada Firman Allah dan tidak lagi mengikuti pola hidup nenek moyang mereka yang “mati” secara rohani karena menyembah berhala dan meninggalkan yang Maha Kuasa pencipta mereka (Hosea 4:6; Yeremia 2:19; Yesaya 2:6-22).
Pola kehidupan “nenek moyang” Israel, ternyata “berdampak” di era sekarang ini; di mana banyak kehidupan para kawula muda yang mengalami “kematian” rohani, iman mereka tidak lagi kuat melainkan “loyo” mereka menjadi kawula muda yang mengalami “kelumpuhan” rohani bahkan hidup dalam penyakit “epilepsi” rohani yang membuat kekuatan rohani mereka terkontaminasi dengan virus-virus dosa yang membawa kawula muda pada kebinasaan.
Oleh sebab itu, saya mengajak para kawula muda, marilah kita kembali untuk bangkit dari segala macam keterpurukan dosa yang membuat kalian menjadi lemah, loyo dan tak berdaya.
Dan untuk kembali bangkit, tentu sebagai kawula muda anda tidak mempunyai suatu kemampuan untuk melakukan hal tersebut; namun dalam hal ini, anda sangat membutuhkan bantuan dari pribadi yang bernama Yesus yang sanggup menolong dan memampukan anda untuk hidup di dalamnya.
Dan jika anda telah mengalami suatu kemenangan dan kekuatan ekstra dari Tuhan, maka anda perlu kembali bangkit dalam hal:
Bangkitkan semangat hidupmu (Roma 12:11; Amsal 24:10)
Bangkitkan Kreatifitasmu/SDM (Yesaya 54:2)
Bangkitkan SDI-mu (Yakobus 1:6-8)
Bangkitkan aktifitasmu (Amsal 6:6-8)
Dengan demikian, maka keadaan zaman yang makin bobrok ini bukan lagi merupakan suatu hambatan bagi anda sebagai kawula muda untuk kembali datang, maju dan menang serta bangkit……bangkit…..dan bangkitlah.-


Ad. 2. Menjadi Teranglah:
Tuhan Yesus berkata: “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga” (Matius 5:14-16).
Menyimak nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, agar “manusia Tuhan” harus menjadi terang di tengah-tengah umat manusia lainnya(Yesaya 60:1b); maka hal tersebut di atas sangat relevan sekali dengan pernyataan Tuhan Yesus, bahwa kita (kawula muda) adalah terang dunia; artinya: “Setiap kawula muda kristiani, haruslah memiliki suatu sikap hidup yang indah dan indah dipandang oleh siapapun juga” itulah yang dimaksud dengan “menjadi teranglah”.
Bagaimana kawula muda mewujudkan hidup yang terang itu? Dalam I Timotius 4:12, sebagai suatu jawaban:
Menjadi terang dalam perkataan, artinya: Bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut kita para kawula muda, haruslah yang bersifat konstruktif (membangun, menghibur, menguatkan, penuh dengan kasih) band: Efesus 4:29b; Kol. 4:6. Dan bukan yang bersifat destruktif (mencemooh, menghina, kotor, menfitnah, tidak jujur, suka mencaci maki) band: Efesus 4:29a
Menjadi terang dalam tingkah laku, artinya: Sebagai kawula muda, dalam kehidupan sehari-hari haruslah memiliki suatu kehidupan “karakter” dalam maupun luar yang benar-benar dapat dipandang sebagai suatu tingkah laku yang terang (indah). Adapun tingkah laku yang harus dijaga baik-baik dan menjadi terang, antara lain meliputi: rambut, mode, cara berjalan, pergaulan (I Korintus 15:33; I Timotius 2:9-10; Yesaya 3:16-24).
Menjadi terang dalam kasih, artinya: Bahwa kita sebagai kawula muda Kristiani, harus memiliki kasih kepada Tuhan dan juga kepada sesama.
Kepada Tuhan; berarti kawula muda harus setia beribadah, melakukan FirmanNya, memuji namaNya, melayani Dia. Sedangkan kepada sesama; kawula muda jangan sampai menyimpan akar pahit, dendam dan kebencian. Baca: Matius 22:37-40; I Yoh. 3:15; 4:19-21; Lukas 6:27-36.
Menjadi terang dalam kesetiaan, artinya: Kadar iman dari para kawula muda jangan sampai “kendor” harus tetap kokoh dan kuat di dalam Tuhan; walaupun tantangan silih berganti datang menyerang kawula muda, maka kawula muda harus tetap setia kepada Tuhan Yesus. Jangan “tantangan” membuat kawula muda harus “kalah dan bertekuk lutut”, sehingga imannya tidak dapat dipertahankan. Pepatah Arab, berkata: “Walaupun anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu”. Demikianpun dengan kita; walaupun badai silih berganti, kita tetap cinta Yesus dan tidak “patah arang”. (Lukas 16:10; Pilipi 2:6-8; Amsal 20:6; Matius 24:25; 25:21).
Menjadi terang dalam kesucian, artinya: Para kawula muda harus dapat mempertahankan eksistensi kehidupannya dari pengaruh-pengaruh yang dapat membuat hidup kawula muda menjadi “tidak lagi berharga” (sudah afkir). Dalam dunia usaha, sesuatu yang “afkir” harus “disingkirkan” sebab akan merusak kualitas yang lain. Dengan demikian, usahakanlah diri kalian sebagai kawula muda generasi bangsa dan gereja untuk mempertahankan kualitas kesucian yang sesuai dengan standart Firman Allah (I Petrus 1:15-16; II Korintus 6:16-17).
Harapan saya sebagai penulis pada saat ini, berharap agar kalian sebagai kawula muda generasi penerus Bangsa dan Negara serta Gereja Tuhan; “BANGKITLAH DAN JADILAH TERANG” bagi kemajuan rohanimu dan juga bagi kemajuan pekerjaan Tuhan dimana engkau beribadah.
Kiranya Allah, di dalam Tuhan Yesus sumber kekuatan itu memberikan semangat yang baru serta membangkitkan kita dari segala macam keterpurukan kita dan akhirnya kita menjadi terang bagi orang lain, Amin.-

15 November 2009

JALAN KELUAR DARI LEMBAH KEKELAMAN

JALAN KELUAR DARI LEMBAH KEKELAMAN
Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

A. Apa yang dimaksud dengan lembah kekelaman?

1. Lembah kekelaman adalah: Persoalan hidup yang berkaitan dengan perekonomian
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Timotius 3:1
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
I Timotius 6:9-10

2. Lembah kekelaman adalah: Persoalan hidup yang berkaitan dengan pekerjaan
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?
Pengkhotbah 5:9-10
Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.
Pengkhotbah 5:11-13

3. Lembah kekelaman adalah: Persoalan hidup yang berkaitan dengan tubuh atau fisik kita
Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
Mazmur 90:9-10

4. Lembah kekelaman adalah: Persoalan hidup yang berkaitan dengan kejiwaan kita
2 Timotius 3:2-5
2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

B. Bagaimana jalan keluar dari lembah kekelaman?

1. Jangan takut menghadapi lembah kekelaman tersebut
Yesaya 41:10
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

2. Mohon penyertaan Tuhan dalam menghadapi lembah kekelaman
Mazmur 121:7-8
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

3. Mohon kuasaNya (RohKudus) memberi penghiburan Dalam menghadapi Lembah kekelaman
Yohanes 14:26-27
Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

11 November 2009

Janji Pemulihan (Kerangka Khotbah)

JANJI PEMULIHAN
Yermia 33:1-13

Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel
dan akan membangun mereka seperti dahulu


Latar belakang: ayt. 4-5
1. Israel dan Yehuda mengalami suatu penderitaan dalam pembuangan mereka ke Babel
2. Israel dan Yehuda mengalami suatu tekanan fisik dalam pembuangan tersebut
3. Israel dan Yehuda mengalami suatu tekanan bathin karena penderitaan silih berganti
4. Israel dan Yehuda mengalami suatu tekanan ekonomi
5. Israel dan Yehuda mengalami suatu tekanan keamanan karena segala macam ancaman

Apa janji pemulihan dari Tuhan?
1. Yermia 33:6a : Pemulihan Tubuh
2. Yermia 33:6b : Pemulihan Bathin
3. Yermia 33:8 : Pemulihan Rohani
4. Yermia 33:9 : Pemulihan Keamanan
5. Yermia 33:10-11 : Pemulihan Emosianal
6. Yermia 33:12-13 : Pemulihan Usahan dan Ekonomi

Bagaimana beroleh Pemulihan?
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui (Yermia 33:3)

24 Agustus 2009

Bagaimana mengantisipasi tantangan zaman

SIKAP MENGHADAPI TANTANGAN ZAMAN
(bahan khotbah)

Kol. 4:2
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah
sambil mengucap syukur.


Pendahuluan:
Dunia yang kita tinggal sekarang ini adalah dunia yang penuh dengan segala macam tantangannya, antara lain: tantangan dibidang fisik, ekonomi, moral, iptek dan spiritual.
Hal tersebut terjadi merata di mana-mana.
Menghadapi realita tersebut, manusia harus merenung serta melakukan suatu tindakan yang konstruktif untuk mengantisipasi tantangan zaman itu.
Tantangan zaman merupakan penggenapan dari Alkitab (baca: Matius 24)


Apa saja tantangan zaman:
Pada bagian ini, kita akan melihat beberapa hal yang berkaitan erat dengan tantangan zaman, antara lain:

FISIK:
Meliputi: penyiksaan, pembunuhan, sakit penyakit (virus) kelaparan, dll. Baca: Rat.4:10

ALAM:
Meliputi: gempa bumi, badai, pemanasan global

SOSIAL:
Meliputi: peperangan antar suku, antar negara/bangsa

EKONOMI:
Meliputi: kenaikan BBM & sandang pangan serta kebutuhan pokok lainnya.

MORALITAS:
Meliputi: 2 Tim. 3:2-5

IPTEK :
Meliputi: kencagihan teknologi di era kontemporer (Dan.12:4)

ROHANI:
Meliputi: ancaman untuk beribadah (Matius 16:10)

JIWA:
Meliputi: depresion (Amsal 24:10)

Sikap dalam menghadapi tantangan zaman:
Bertekunlah dalam doa:
Sebab doa memampukan kita untuk:
1. Berkomunikasi dgn Tuhan
2. Berserah padaNYA
3. Minta tolong
Bandingkan: (Yer.33:3-4; Mat.7:7-8; Yak.5:16)

Berjaga-jagalah: Efs.5:16
1. Karena hari-hari ini jahat
2. Pakai waktu dgn baik
3. Jangan kompromi dgn dunia

Mengucap syukurlah:
1. Tatkala susah
2. Tatkala sakit
3. Tatkala belum diberkati



Tantangan merupakan ujian bagi kita agar makin kuat mengiring Tuhan

My Family

Anak Heavensent Paulouis Zaitun
baru menyelesaikan pendidikan di Play Group Alfa-Omega Tuban

Paul Zaitun dan Istri terkasih
serta anak kami Heavensent Paulouis Zaitun yang kami kasihi

19 Agustus 2009

MURAHAN atau KEMURAHAN

MURAHAN ATAU KEMURAHAN?
(artikel rohani)
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan”(Matius 5:7)Istilah murahan dan kemurahan seolah-olah mirip tetapi ternyata istilah kedua kata tersebut mengandung makna yang sangat berbeda, bagaikan langit dan bumi. Kadangkala, manusia Kristiani sulit membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang harus dipersembahkan kepada Tuhan dan mana yang “tidak boleh” dipersembahkan kepada Tuhan (hal-hal yang bercacat; jelek, tidak baik, dan sejenisnya).Bapak/Ibu serta Saudara/sdri yang kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus; kata murahan dan kemurahan merupakan dua kata yang berasal dari kata dasar yang sama, yakni: “murah” namun mengandung makna yang berlainan.Kata “Murahan” adalah kata sifat yang mengandung hal yang negative; artinya sesuatu yang tidak “berharga” (kualitasnya kurang, cacat, jelek dan sejenisnya).Sedangkan kata “Kemurahan” adalah kata sifat yang mengandung unsur positif, yaitu: di mana suatu pribadi memiliki sifat yang suka memberi dan baik hati kepada pribadi yang lain serta suka menolong dan membantu orang lain.Kekasihku di dalam Tuhan Yesus Kristus, jika demikian bagaimana sikap kita sebagai jemaatNya untuk hidup di dalam kemurahan dan bukan hidup menjadi orang yang murahan? Nah, dalam hal ini, kita sebagai jemaat Tuhan perlu menyadari bahwa kita jangan hanya mau selalu menerima dan menerima namun kita mau belajar untuk hidup dalam kemurahan. Dan sebagai gereja Tuhan, apa saja wujud kemurahan yang harus kita lakukan, baik untuk sesama maupun untuk Tuhan?Ada beberapa hal sebagai wujud kemurahan hati yang perlu kita terapkan dalam kehiddupan ini; baik untuk sesama kita maupun untuk Tuhan, antara lain:Murah hati kepada Tuhan:Murah hati kepada Tuhan, berarti kita sebagai gereja Tuhan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:Murah hati untuk mengembalikan milikNya Tuhan (Perpuluhan) jangan kita tahan milik Tuhan, harus dikembalikan kepada yang empunya (Mal.3:6-12)Murah hati untuk berkorban dan tidak kikir (Amsal 3:9-10, Lukas 6:38) dalam rangka memperhatikan pekerjaan Tuhan di muka bumi ini.Murah hati untuk beribadah kepada Tuhan (I Tim. 4:7-8)Murah hati untuk melayani Tuhan (I Korintus 15:58; Roma 12:11)Murah hati kepada sesama:Murah hati kepada sesama kita manusia, berarti jemaat Tuhan atau gereja Tuhan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:Murah hati untuk saling menolong (Galatia 6:9-10)Murah hati untuk memperhatikan fakir miskin dan janda-janda (Yak.1:26-27)Murah hati untuk saling menguatkan (Ibrani 10:25)Murah hati untuk saling memaafkan dan mengampuni (Matius 6:14-15)Murah hati untuk saling menghargai dan mengormati (Roma 12:10)Murah hati untuk saling mengasihi dengan tidak munafik (Roma 12:9)Bapak/Ibu serta Saudara (i) dalam Tuhan Yesus Kristus marilah kita renungkan kembali; sudahkah kita menjadi gereja Tuhan yang murah hati ataukah gereja Tuhan yang “murahan” yang hanya suka “minta-minta” dan tidak suka memberi atau hidup dalam kemurahan? dengan demikian, kita perlu kembali untuik belajar dan belajar, agar kita benar-benar menjadi gereja Tuhan yang diberkati dengan catatan: Kita mau hidup dalam kemurahan sebagaimana Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Allah yang penuh dengan Kemurahan, Amin.-Oleh: Pdt. Paul Zaitun, MA.