02 Februari 2010

MILIKILAH ROH YANG LUAR BIASA

(makalah ini ku-khususkan buat adik-adiku Kaum Muda dan Remaja Gereja Tuhan)
Milikilah Roh yang luar biasa
Daniel 6:4b


Pendahuluan:

Kawula muda di era kontemporer sekarang ini menghadapi bermacam-macam tantangan, baik secara internal maupun eksternal.
Tantangan internal, meliputi terjadinya kegelapan di dalam hati nurani para kawula muda, mereka memendam suatu akar pahit, dendam kesumat, iri hati, cemburu, dan keinginan daging yang begitu bergejolak untuk meruntuhkan benteng iman para kawula muda dan remaja masa kini (band:Galatia 5:19-21; Roma 8:1-5; I Yohanes 3:15; II Timotius 3:1-5).
Sedangkan tantangan eksternal, meliputi pengaruh-pengaruh dunia yang sangat dominan, antara lain: pengaruh mode, pengaruh media cetak dan elektronika (HP, VCD, TV, Internet, dll), pengaruh NARKOBA (Narkotik dan obat-obat terlarang). Selain itu, tantangan eksternal juga meliputi kuasa dari Setan-setan, seperti: “Tenaga dalam”, sihir (gendam), ilmu pengasih, ilmu kebal, ilmu keberanian, ilmu santet dan lain-lain. (band: II Timotius 3:1-5; Roma 12:2)
Sadar atau “tidak sadar”, para kawula muda maupun remaja, banyak yang mengalami “keterperosokan” ke dalam pengaruh-pengaruh tersebut; dan tidak sedikit juga para pemuda dan remaja Kristen, mengalami hal yang sama.
Oleh sebab itu melalui retreat kali ini, panitia mengangkat suatu tema yang sangat relevan dengan keberadaan zaman sekarang ini, yaitu: MILIKILAH ROH YANG LUAR BIASA (Daniel 6:4b).

Makna kata: Roh yang luar biasa
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan roh yang luar biasa? Seorang hamba Tuhan yang bernama Rev. Paul G. Caram, mengatakan demikian: “Roh yang luar biasa adalah hasil dari hikmat yang masuk ke dalam hati kita (Lukas 2:40, 2:52). Hikmat tahu bagaimana harus bereaksi dan menanggapi manusia dan situasi-situasi; dan itu juga adalah kemampuan untuk melihat segala hal dengan kacamata Allah”
Dengan demikian, bahwa untuk memperoleh suatu roh yang luar biasa, maka seseorang membutuhkan hikmat dan hikmat yang sejati hanya berasal dari Tuhan Yesus Kristus yang empunya hikmat itu (Amsal 4:6).
Adapun ROH YANG LUAR BIASA itu, meliputi :Tidak suka menuntut; tidak suka mencari kesalahan; memiliki disiplin diri; tidak suka menyinggung; tidak keras kepala; tidak kasar; tidak suka membela diri; sabar; tulus; tidak curang; tidak suka memancing kemarahan; tidak suka mengecam; tidak memiliki kejengkelan; tidak suka memperbesar kesalahan; tidak suka menipu; lemah lembut; peramah; tidak sinis; suka berserah pada Tuhan; tidak pendendam; bukan pencerca; mudah untuk diajak kerja sama; tidak suka menyudutkan orang; memiliki cita rasa yang baik; memiliki toleran;tidak suka beragumentasi (berbantah); tidak buta rohani (peka); tidak kaku; tidak suka menyanjung-nyanjung (Cari muka); penuh pengertian; pengasih; tidak mudah emosional (Gusar, kuatir); tidak tergesa-gesa; jujur; tidak punya akar pahit (kebencian); tidak menjadi orang yang penuh amarah, dan sebagainya (Baca: Galatia 5:19-21; Markus 7:20-23; Kolose 3:5-17; Efesus 4:17-32; 5:1-21).
Para kawula muda dan remaja yang terkasih di dalam Tuhan Yesus kristus, untuk mendapatkan atau memperoleh roh yang luar biasa, maka kalian harus :Bangkitlah Menjadi teranglah.
Dengan memiliki dan memakai kedua hal tersebut di atas, maka saya yakin kalian akan menjadi kawula muda dan remaja yang sangat bermanfaat dan berguna bagi kemajuan serta pertumbuhan gereja Tuhan di era kontemporer sekarang ini.

Ad. 1. Bangkitlah:
Dalam kamus bahasa Indonesia, kata “bangkitlah” berasal dari akar kata : “Bangkit”, yang berarti: Bangun, berdiri dan hidup kembali.
Dalam nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya kepada bangsa Israel waktu itu (Yesaya 60:1a), Yesaya mengajak segenap bangsa Israel untuk kembali bangkit dari segala macam keterpurukan mereka; mereka harus kembali “berdiri” kokoh di dalam iman yang benar, mereka harus “hidup kembali” dalam posisi penurutan pada Firman Allah dan tidak lagi mengikuti pola hidup nenek moyang mereka yang “mati” secara rohani karena menyembah berhala dan meninggalkan yang Maha Kuasa pencipta mereka (Hosea 4:6; Yeremia 2:19; Yesaya 2:6-22).
Pola kehidupan “nenek moyang” Israel, ternyata “berdampak” di era sekarang ini; di mana banyak kehidupan para kawula muda yang mengalami “kematian” rohani, iman mereka tidak lagi kuat melainkan “loyo” mereka menjadi kawula muda yang mengalami “kelumpuhan” rohani bahkan hidup dalam penyakit “epilepsi” rohani yang membuat kekuatan rohani mereka terkontaminasi dengan virus-virus dosa yang membawa kawula muda pada kebinasaan.
Oleh sebab itu, saya mengajak para kawula muda, marilah kita kembali untuk bangkit dari segala macam keterpurukan dosa yang membuat kalian menjadi lemah, loyo dan tak berdaya.
Dan untuk kembali bangkit, tentu sebagai kawula muda anda tidak mempunyai suatu kemampuan untuk melakukan hal tersebut; namun dalam hal ini, anda sangat membutuhkan bantuan dari pribadi yang bernama Yesus yang sanggup menolong dan memampukan anda untuk hidup di dalamnya.
Dan jika anda telah mengalami suatu kemenangan dan kekuatan ekstra dari Tuhan, maka anda perlu kembali bangkit dalam hal:
Bangkitkan semangat hidupmu (Roma 12:11; Amsal 24:10)
Bangkitkan Kreatifitasmu/SDM (Yesaya 54:2)
Bangkitkan SDI-mu (Yakobus 1:6-8)
Bangkitkan aktifitasmu (Amsal 6:6-8)
Dengan demikian, maka keadaan zaman yang makin bobrok ini bukan lagi merupakan suatu hambatan bagi anda sebagai kawula muda untuk kembali datang, maju dan menang serta bangkit……bangkit…..dan bangkitlah.-


Ad. 2. Menjadi Teranglah:
Tuhan Yesus berkata: “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga” (Matius 5:14-16).
Menyimak nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, agar “manusia Tuhan” harus menjadi terang di tengah-tengah umat manusia lainnya(Yesaya 60:1b); maka hal tersebut di atas sangat relevan sekali dengan pernyataan Tuhan Yesus, bahwa kita (kawula muda) adalah terang dunia; artinya: “Setiap kawula muda kristiani, haruslah memiliki suatu sikap hidup yang indah dan indah dipandang oleh siapapun juga” itulah yang dimaksud dengan “menjadi teranglah”.
Bagaimana kawula muda mewujudkan hidup yang terang itu? Dalam I Timotius 4:12, sebagai suatu jawaban:
Menjadi terang dalam perkataan, artinya: Bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut kita para kawula muda, haruslah yang bersifat konstruktif (membangun, menghibur, menguatkan, penuh dengan kasih) band: Efesus 4:29b; Kol. 4:6. Dan bukan yang bersifat destruktif (mencemooh, menghina, kotor, menfitnah, tidak jujur, suka mencaci maki) band: Efesus 4:29a
Menjadi terang dalam tingkah laku, artinya: Sebagai kawula muda, dalam kehidupan sehari-hari haruslah memiliki suatu kehidupan “karakter” dalam maupun luar yang benar-benar dapat dipandang sebagai suatu tingkah laku yang terang (indah). Adapun tingkah laku yang harus dijaga baik-baik dan menjadi terang, antara lain meliputi: rambut, mode, cara berjalan, pergaulan (I Korintus 15:33; I Timotius 2:9-10; Yesaya 3:16-24).
Menjadi terang dalam kasih, artinya: Bahwa kita sebagai kawula muda Kristiani, harus memiliki kasih kepada Tuhan dan juga kepada sesama.
Kepada Tuhan; berarti kawula muda harus setia beribadah, melakukan FirmanNya, memuji namaNya, melayani Dia. Sedangkan kepada sesama; kawula muda jangan sampai menyimpan akar pahit, dendam dan kebencian. Baca: Matius 22:37-40; I Yoh. 3:15; 4:19-21; Lukas 6:27-36.
Menjadi terang dalam kesetiaan, artinya: Kadar iman dari para kawula muda jangan sampai “kendor” harus tetap kokoh dan kuat di dalam Tuhan; walaupun tantangan silih berganti datang menyerang kawula muda, maka kawula muda harus tetap setia kepada Tuhan Yesus. Jangan “tantangan” membuat kawula muda harus “kalah dan bertekuk lutut”, sehingga imannya tidak dapat dipertahankan. Pepatah Arab, berkata: “Walaupun anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu”. Demikianpun dengan kita; walaupun badai silih berganti, kita tetap cinta Yesus dan tidak “patah arang”. (Lukas 16:10; Pilipi 2:6-8; Amsal 20:6; Matius 24:25; 25:21).
Menjadi terang dalam kesucian, artinya: Para kawula muda harus dapat mempertahankan eksistensi kehidupannya dari pengaruh-pengaruh yang dapat membuat hidup kawula muda menjadi “tidak lagi berharga” (sudah afkir). Dalam dunia usaha, sesuatu yang “afkir” harus “disingkirkan” sebab akan merusak kualitas yang lain. Dengan demikian, usahakanlah diri kalian sebagai kawula muda generasi bangsa dan gereja untuk mempertahankan kualitas kesucian yang sesuai dengan standart Firman Allah (I Petrus 1:15-16; II Korintus 6:16-17).
Harapan saya sebagai penulis pada saat ini, berharap agar kalian sebagai kawula muda generasi penerus Bangsa dan Negara serta Gereja Tuhan; “BANGKITLAH DAN JADILAH TERANG” bagi kemajuan rohanimu dan juga bagi kemajuan pekerjaan Tuhan dimana engkau beribadah.
Kiranya Allah, di dalam Tuhan Yesus sumber kekuatan itu memberikan semangat yang baru serta membangkitkan kita dari segala macam keterpurukan kita dan akhirnya kita menjadi terang bagi orang lain, Amin.-