12 Januari 2012

Kesatuan di tengan Keberagaman

KESATUAN DI TENGAH KEBERAGAMAN
Oleh: Pdt. Paul Zaitun, S.Th, M.A.-

Pendahuluan:
Pertama-tama, saya bersyukur kepada Allah Bapa di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberikan kekuatan, kemampuan serta kehidupan kepada kita sekalian pada saat ini.
Tema yang penulis angkat dalam Majalah Suara Kebenaran kali ini, adalah: “Kesatuan di tengah keberagaman”, tema ini sangat bagus dan sangat menantang kita untuk masuk pada suatu realita kehidupan, sebab Tuhan Yesus yang adalah pencipta (Yohanes 1:1-3) segalanya, telah melakukan dan melaksanakan “Kesatuan di tengah keberagaman”. Adapun “kesatuan di tengah keberagaman” tersebut juga memberikan pada kita suatu kontribusi serta pelajaran yang sangat berarti sekali bagi kehidupan kita di dunia milik Tuhan, yaitu: untuk menuju pada suatu kesatuan yang nota bene adalah: wujud dari kesatuan itu sendiri.

Kesatuan di tengah keberagaman:
Dunia yang kita tinggal adalah dunia milik dan ciptaan Tuhan (Kejadian 1 & 2). Dalam penciptaan dunia milikNya, Tuhan memperlengkapinya dengan segala macam fasilitas yang berbeda atau beragam namun saling berkaitan satu dengan yang lain; baik fasilitas di udara atau cakrawala (Matahari, Bulan, Bintang, Oksigen dan Burung-Burung), fasilitas di Bumi (di Darat: Binatang dan tumbuhan. Di air, yaitu Laut dan Sungai: Ikan-ikan dan tumbuhan air).
Di dalam melaksanakan ciptaan tersebut, Tuhan mengadakan suatu variasi ciptaan, yaitu: “keberagaman”. Adapun “keberagaman” tersebut, adalah sebagai berikut:
1.Tuhan menciptakan siang dan malam
2.Tuhan menciptakan benda padat dan cair
3.Tuhan menciptakan yang bersayap dan tanpa sayap
4.Tuhan menciptakan yang berkaki dan tanpa kaki
5.Tuhan menciptakan yang besar (Makro) dan yang kecil (Mikro)
6.Tuhan menciptakan Laki-Laki dan Perempuan
Melihat “keberagaman” yang diciptakan oleh Tuhan di dunia milikNya, maka kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa Tuhan adalah “Arsitek” ulung. Dia adalah “Arsitek Interior dan Eksterior” yang the best, sebab Dia adalah Allah yang Maha Kuasa (Omni Potent).
Penciptaan yang dilakukan oleh Tuhan, adalah penciptaan yang mengandung unsur “keberagaman”, tetapi dalam satu lingkaran kesatuan. Tuhan mempersatukan ciptaanNya sebagai suatu mata rantai atau wujud persatuan yang penuh dengan estetika (keindahan) melalui penataan yang begitu rapi dan teratur.
Adapun kesatuan di tengah keberagaman yang telah diciptakan oleh Tuhan, dirusak oleh perusak (Trouble maker) yang bernama: Setan atau Iblis. Setan memproduksi suatu produk tandingan yang serupa tapi tak sama, yaitu: “keberagaman di antara Kesatuan”. Ia menciptakan dunia “fata morgana” yang merupakan suatu kamuflase yang menjerat manusia menuju pada dunia keberdosaan, sehingga manusia mengalami ketersesatan dan kebinasaan (Yohanes 10:10a), ia juga menciptakan dunia “joy and peace” untuk para kawula muda melalui: NARKOBA dan FREE SEX dan TEKNOLOGI” (Yohanes 14:27b), selanjutnya Iblis juga menciptakan kerusakan karakter pada manusia (Roma 3:10-19; 2 Timotius 3:1-5) agar manusia tidak lagi memiliki karakter Tuhan yang penuh dengan kasih (Kolose 3:12-14), dan akhirnya Iblis memutarbalikkan fakta dan mempromosikan produknya dengan “iming-iming” yang menggiurkan namun membinasakan.

Wujud dari kesatuan:
Kesatuan di tengah keberagaman adalah suatu kalimat yang sangat indah namun sangat sulit untuk direalisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun Alkitab telah memberikan suatu solusi serta jawaban yang pasti bahwa bagi setiap anak-anak Tuhan, ia harus hidup dalam kesatuan, sebab itulah yang diperintahkan Tuhan bagi kita.
Adapun kesatuan yang dimaksud, adalah sebagai berikut:
1.Kesatuan Vertical: artinya bahwa kita sebagai umatNya, harus hidup dalam persatuan dengan Dia, melalui:
•Persekutuan secara pribadi maupun kelompok (Mazmur 62:2)
•Kesatuan melalui ibadah kepadaNya (Keluaran 23:25, I Tim. 4:7-8)
•Kesatuan untuk hidup dalam FirmanNya (Yoh.15:7-8)
•Kesatuan di dalam RohNya (Kpr 1:8)
•Kesatuan di dalam tubuh dan darahNya (Yohanes 6:53-56)
2.Kesatuan Horisontal: artinya bahwa kita sebagai umat Tuhan yang tinggal di dunia milikNya, kita harus :
•Bersatu dengan sesama kita, tanpa ada diskriminasi (Matius 22:39-40)
•Bersatu dengan lingkungan di mana kita tinggal (Efesus 4:32)
•Bersatu dengan keluarga; antara orang tua dengan anak, antara anak dengan orang tua, antara kakak dengan adik dan sebaliknya (Efesus 5:22-28, 6:1-3)
•Bersatu dalam pelayanan (Filipi 2:1-5)
•Bersatu untuk saling tolong menolong (Galatia 6:2)
•Bersatu untuk saling melakukan perbuatan baik (Galatia 6:9-10)
3.Kesatuan Spiritual: artinya bahwa kita sebagai umat Tuhan yang tinggal di dunia milikNya, kita harus:
•Bersatu dalam kekudusanNya (I petrus 1:15-16)
•Bersatu dalam karakterNya ( I Petrus 2:21-25)

Bagaimana agar kesatuan dapat terwujud:
Untuk menuju pada suatu kesatuan, tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan kita. Dalam hal ini, kita membutuhkan sesuatu yang sanggup mempersatukan kita:
1.Iman kita pada Tuhan Yesus (Efesus 2:8-10)
2.Kuasa darahNya (Yohanes 6:56)
3.Kuasa FirmanNya (II Timotius 3:16)
4.Kuasa Roh KudusNya (Kisah rasul 1:8)

Penutup:
Harapan saya selaku penulis dalam majalah Suara Kebenaran, adalah: bahwa jika Tuhan mengijinkan serta menghendaki kita untuk tinggal di dunia milikNya ini, maka kita sebagai umat Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan dan mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita menjadi umat Tuhan yang sanggup dan benar-benar untuk hidup dalam kesatauan di tengah keberagaman bagi kemuliaan namaNya, amin.-

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda