Berani tampil beda
DARE TO BE DIFFERENT
(BERANI TAMPIL BEDA)
By: Pdt. Paul Zaitun, S.TH, M.A
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2
Pendahuluan:
Jika dipandang dari kacamata teknologi, maka dunia yang kita tinggal sekarang ini, disebut sebagai dunia yang modern, sebab kecanggihan teknologi berperan sangat dominant sekali di era kontemporer sekarang ini. Tak dapat dipungkiri, bahwa kemajuan teknologi membuat “wajah” dunia kita makin terpolesi oleh piranti teknologi yang begitu canggih serta sangat pesat pertumbuhannya; misalnya: teknologi dibidang komunikasi, yaitu: Hand Phone. Alat ini dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, Internet, Photo, Video dan sebagainya. Tapi alat ini juga dapat disalahgunakan sebagai alat untuk: Provokasi, Pornografi, Penipuan dan sebagainya. Selanjutnya, teknologi dibidang Computer, alat ini sangat baik untuk menunjang pekerjaan manusia yang mau mempergunakan teknologi tersebut, antara lain pada factor ekonomi, medis, bisnis, angkatan bersenjata dan kepolisian, pertanian dan pertanahan, dan factor-faktor lainnya.
Kecanggihan teknologi tersebut merupakan suatu bukti bahwa dunia sekarang telah berbeda dengan dunia tempo dulu. Juga manusia yang hidup di era kontemporer sekarang ini telah mengalami suatu perubahan yang begitu menonjol; manusia telah “terkontaminasi” oleh “virus” teknologi, manusia telah mengalami perubahan dan “dare to be different” secara duniawi.
Kecanggihan teknologi telah merubah segalanya, termasuk telah merubah manusia rohani menuju pada suatu tantangan yang begitu berat; jika manusia rohani tidak kuat menghadapi tantangan teknologi, maka tidak menutup kemungkinan manusia rohani akan terjerat oleh umpan canggih dari Iblis yang memakai teknologi untuk menghancurkan iman manusia rohani dan khususnya para kawula muda di era kontemporer sekarang ini.
Oleh karena itu sebagai umat Kristiani, bukan tidak boleh memakai kecanggihan teknologi; menurut saya justru kita harus memakai teknologi dan menguasainya untuk hal-hal yang konstruktif bagi pekerjaan kita, study kita serta bagi kemajuan pekerjaan Tuhan. Kita harus berani tampil beda dengan “manusia” dunia.
Janganlah kamu serupa dengan dunia ini:
Dare to be different, telah diungkapkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Roma; yaitu, bahwa walaupun kita tinggal di dunia ini, tetapi janganlah kita serupa dengan dunia. Makna kata tersebut sangat dalam dan mengandung suatu makna teologis yang perlu kita terapkan dalam kehidupan spiritual kita.
Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang Dare to be different, maka pada bagian ini kita akan melihat terlebih dahulu istilah dunia yang ditekankan oleh Rasul Paulus.
Istilah "dunia" (Yun:kosmos) sering kali menunjuk kepada sistem luas dari zaman ini yang telah dipromosikan oleh Iblis dan terpisah dari Allah. Sistem ini terdiri bukan hanya atas kesenangan dunia yang sudah jelas jahat, dursila dan berdosa, tetapi juga menjurus pada roh pemberontakan atau ketidakacuhan terhadap Allah dan pernyataanNya yang ada di dalam semua usaha manusia yang tidak di bawah kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus. (from: CD SABDA)
Bagi kawula muda Kristiani, kita harus ingat bahwa akhir zaman sekarang ini telah terjadi suatu hal yang sangat merusak gaya hidup serta penampilan para kawula muda Kristiani dalam berbagai aspek (Band: II Tim 3:1-5). Oleh sebab itu, kita sangat perlu untuk memiliki sikap yang Dare to be different, sebab Rasul Yohanes katakana: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu: keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (I Yohanes 2:15-16).
Dalam hal apa saja kita sebagai umat Kristiani harus memiliki Dare to be different?
Dalam hal Mode / Estetika (Yesaya 3:16-24; I Timotius 2:9-10)
Cara memilih warna pakaian
Cara mengenakan pakaian
Cara berdandan
Cara berjalan
Dalam hal Etika (I Timotius 4:12)
Cara berbicara (bicara harus konstruktif)
Cara bergaul (bergaul dengan bijaksana)
Cara makan (makan dengan baik dan jangan gelojo)
Cara berpacaran (berpacaran menurut koridor Firman Tuhan)
Dalam hal Karakter (II Korintus 5:17)
Cara menjaga pikiran
Cara menjaga telinga
Cara menjaga mata
Cara menjaga mulut
Cara menjaga hati
Cara menjaga tangan
Cara menjaga kaki
Dalam hal Spiritual (I Timotius 4:7-16)
Cara kita beribadah
Cara kita berdoa dan menyembah
Cara kita membaca Firman Tuhan
Cara kita berkorban/memberi
Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (Solusi):
Pada bagian ayat 2b dari Kitab Roma pasal 12, Rasul Paulus mau agar jemaat yang ada di Roma memiliki sikap hidup yang berbeda dari orang-orang dunia waktu itu; Paulus mengajak pada jemaat Roma agar mereka mau berubah dan berani untuk tampil beda, sebab itulah jalan keluar atau solusi yang terbaik agar jemaat di Roma dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Untuk menuju pada perubahan sikap hidup yang duniawi menjadi sikap hidup yang rohani, dibuthkan suatu solusi, antara lain:
1. II Korintus 10:4, Kita membutuhkan kuasa Allah
2. Pilipi 2:15, Kita harus mempertahankan hidup yang tak bercacat cela. Band: Titus 2:12
3.Kolose 3:5, Kita perlu mematikan hal-hal yang duniawi
4. Yakobus 4:4, Jangan lagi bersahabat dengan dunia
5. I Yohanes 2:15, Jangan lagi mengasihi dunia
6. I Yohanes 2:17, Kita mau melakukan kehendak Allah
7. I Yohanes 5:4-5, Mempertahankan iman kita pada Allah
Penutup:
Harapan saya selaku penulis bahwa jika Tuhan mengijinkan serta menghendaki kita untuk tinggal di dunia milikNya ini, maka kita sebagai umat Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenran Firman Tuhan dan mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita menjadi kawula muda yang benar-benar Dare to be different bagi kemuliaan namaNya, amin.-
(BERANI TAMPIL BEDA)
By: Pdt. Paul Zaitun, S.TH, M.A
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2
Pendahuluan:
Jika dipandang dari kacamata teknologi, maka dunia yang kita tinggal sekarang ini, disebut sebagai dunia yang modern, sebab kecanggihan teknologi berperan sangat dominant sekali di era kontemporer sekarang ini. Tak dapat dipungkiri, bahwa kemajuan teknologi membuat “wajah” dunia kita makin terpolesi oleh piranti teknologi yang begitu canggih serta sangat pesat pertumbuhannya; misalnya: teknologi dibidang komunikasi, yaitu: Hand Phone. Alat ini dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, Internet, Photo, Video dan sebagainya. Tapi alat ini juga dapat disalahgunakan sebagai alat untuk: Provokasi, Pornografi, Penipuan dan sebagainya. Selanjutnya, teknologi dibidang Computer, alat ini sangat baik untuk menunjang pekerjaan manusia yang mau mempergunakan teknologi tersebut, antara lain pada factor ekonomi, medis, bisnis, angkatan bersenjata dan kepolisian, pertanian dan pertanahan, dan factor-faktor lainnya.
Kecanggihan teknologi tersebut merupakan suatu bukti bahwa dunia sekarang telah berbeda dengan dunia tempo dulu. Juga manusia yang hidup di era kontemporer sekarang ini telah mengalami suatu perubahan yang begitu menonjol; manusia telah “terkontaminasi” oleh “virus” teknologi, manusia telah mengalami perubahan dan “dare to be different” secara duniawi.
Kecanggihan teknologi telah merubah segalanya, termasuk telah merubah manusia rohani menuju pada suatu tantangan yang begitu berat; jika manusia rohani tidak kuat menghadapi tantangan teknologi, maka tidak menutup kemungkinan manusia rohani akan terjerat oleh umpan canggih dari Iblis yang memakai teknologi untuk menghancurkan iman manusia rohani dan khususnya para kawula muda di era kontemporer sekarang ini.
Oleh karena itu sebagai umat Kristiani, bukan tidak boleh memakai kecanggihan teknologi; menurut saya justru kita harus memakai teknologi dan menguasainya untuk hal-hal yang konstruktif bagi pekerjaan kita, study kita serta bagi kemajuan pekerjaan Tuhan. Kita harus berani tampil beda dengan “manusia” dunia.
Janganlah kamu serupa dengan dunia ini:
Dare to be different, telah diungkapkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Roma; yaitu, bahwa walaupun kita tinggal di dunia ini, tetapi janganlah kita serupa dengan dunia. Makna kata tersebut sangat dalam dan mengandung suatu makna teologis yang perlu kita terapkan dalam kehidupan spiritual kita.
Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang Dare to be different, maka pada bagian ini kita akan melihat terlebih dahulu istilah dunia yang ditekankan oleh Rasul Paulus.
Istilah "dunia" (Yun:kosmos) sering kali menunjuk kepada sistem luas dari zaman ini yang telah dipromosikan oleh Iblis dan terpisah dari Allah. Sistem ini terdiri bukan hanya atas kesenangan dunia yang sudah jelas jahat, dursila dan berdosa, tetapi juga menjurus pada roh pemberontakan atau ketidakacuhan terhadap Allah dan pernyataanNya yang ada di dalam semua usaha manusia yang tidak di bawah kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus. (from: CD SABDA)
Bagi kawula muda Kristiani, kita harus ingat bahwa akhir zaman sekarang ini telah terjadi suatu hal yang sangat merusak gaya hidup serta penampilan para kawula muda Kristiani dalam berbagai aspek (Band: II Tim 3:1-5). Oleh sebab itu, kita sangat perlu untuk memiliki sikap yang Dare to be different, sebab Rasul Yohanes katakana: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu: keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (I Yohanes 2:15-16).
Dalam hal apa saja kita sebagai umat Kristiani harus memiliki Dare to be different?
Dalam hal Mode / Estetika (Yesaya 3:16-24; I Timotius 2:9-10)
Cara memilih warna pakaian
Cara mengenakan pakaian
Cara berdandan
Cara berjalan
Dalam hal Etika (I Timotius 4:12)
Cara berbicara (bicara harus konstruktif)
Cara bergaul (bergaul dengan bijaksana)
Cara makan (makan dengan baik dan jangan gelojo)
Cara berpacaran (berpacaran menurut koridor Firman Tuhan)
Dalam hal Karakter (II Korintus 5:17)
Cara menjaga pikiran
Cara menjaga telinga
Cara menjaga mata
Cara menjaga mulut
Cara menjaga hati
Cara menjaga tangan
Cara menjaga kaki
Dalam hal Spiritual (I Timotius 4:7-16)
Cara kita beribadah
Cara kita berdoa dan menyembah
Cara kita membaca Firman Tuhan
Cara kita berkorban/memberi
Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (Solusi):
Pada bagian ayat 2b dari Kitab Roma pasal 12, Rasul Paulus mau agar jemaat yang ada di Roma memiliki sikap hidup yang berbeda dari orang-orang dunia waktu itu; Paulus mengajak pada jemaat Roma agar mereka mau berubah dan berani untuk tampil beda, sebab itulah jalan keluar atau solusi yang terbaik agar jemaat di Roma dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Untuk menuju pada perubahan sikap hidup yang duniawi menjadi sikap hidup yang rohani, dibuthkan suatu solusi, antara lain:
1. II Korintus 10:4, Kita membutuhkan kuasa Allah
2. Pilipi 2:15, Kita harus mempertahankan hidup yang tak bercacat cela. Band: Titus 2:12
3.Kolose 3:5, Kita perlu mematikan hal-hal yang duniawi
4. Yakobus 4:4, Jangan lagi bersahabat dengan dunia
5. I Yohanes 2:15, Jangan lagi mengasihi dunia
6. I Yohanes 2:17, Kita mau melakukan kehendak Allah
7. I Yohanes 5:4-5, Mempertahankan iman kita pada Allah
Penutup:
Harapan saya selaku penulis bahwa jika Tuhan mengijinkan serta menghendaki kita untuk tinggal di dunia milikNya ini, maka kita sebagai umat Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenran Firman Tuhan dan mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita menjadi kawula muda yang benar-benar Dare to be different bagi kemuliaan namaNya, amin.-


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda